Archive for September, 2006

Tracking

Wednesday, September 13th, 2006

Pecinta alam..Gue banget gtu loh..

Mengenal dunia kepecintaalaman memang asyik,penuh tantangan, lekat dengan kreatifitas, solidaritas dan kebersamaan. Dan tentunya akan membuka mata, telinga, serta alam bawah sadar kita untuk berfikir akan kebesaran Tuhan sehingga kita akan bisa memahami betapa pentingnya kelestarian alam.

Sangat menarik bagi seorang yang menyenangi kehidupan alam bebas. Ketika melihat bagaimana seekor anak burung lahir dan mulai belajar menjadi seekor burung melalui proses yang panjang. Dari satu makhluk yang seutuhnya bergantung kepada alam sekitar, induk dan kelompok sosial, menjadi sesosok burung yang mampu berjuang sendiri. Mempertahankan eksistensinya. Proses itu merupakan rantai pembelajaran melalui Trial and Error” yang juga berlaku pada manusia, kita namakan dengan pendidikan. Hanya saja kita kurang memperhatikan prodses bertahap secara detail tiap fase pembelajaran dan secara teleologis kita lebih memperhatikan hasil akhir.

Kualitas atau kuantitas? Itu yang kita bicarakan ketika ada pembahasan tentang kelompok pecinta alam?. Dan bagaimana dengan esensi MAPALA tersebut., yang dalam lingkup kita di kalangan penggiat alam bebas mempunyai keunikan dan kebutuhan tersendiri sesuai dinamika kegiatan kepecintaalaman?

Berbicara tentang Kepencitaalaman seakan tidak ada habisnya. Seperti halnya hidup, pecintaalam merupakan sebuah proses yang tidak pernah berhenti. Sungguh ironi, ketika MAHASISWA yang dulunya menggembor-gemborkan gerakan yang haus perubahan dan identik dengan aktivis lingkungan hidup. Sekarang MAPALA hanya celoteh belaka, tak lebih dari kelompok fashion show. Kalu dulu rambut gondrong, muka kumal karena mereka aktif dikegiatan lingkungan. Tapi sekarang rambut gondrong hanya agar keliatan sangar, apalagi kalo ditambah anting2 yang banyak dan berbagai aksesoris yang lain.

Cobalah kita liat, kita yang menamakan MAHASISWA benarkah kita mahasiswa?Kita slama ini terlalu menyibukkan diri dengan petualangan2 yang justru banyak membuat tempat yang terjamah dihiasi oleh sampah. Kita terlalu sibuk mencari pengakuan dari orang lain bahwa kita ini hebat, dll.

Lalu kapan kita akan sedikit peduli terhadap lingkungan jika kita masih seperti ini. Sosok MAHASISWA yang dulu kental dengan seorang yang mapu beradaptasi dikondisi dan lingkungan apaun, dikenal dengan seorang yang humoris, asyik dalam berteman karena tingkat solidaritasnya tinggi.

Kapan MAHASISWA akan mempunyai arti lebih daripada sekedar nama besar yang disandangnya?

Bumi masih terus menangis…

Hutan masih merintih kesakitan…

Sungai semakin menjerit kesakitan karna dijerat limbah pabrik…

Haruskah ini terjadi???

Jawabannya adalah seberapa cepatnya kita sadar tuk segera kembali ke hakekat kita sebagai pecinta alam

Salam Lestrai untuk seluruh penghuni Bumi